Beberapa orang melakukan diet ketat untuk menurunkan berat badan. Sebagian ada yang berhasil, namun ada pula yang menyerah. Tapi kebanyakan tidak berhasil menurunkan berat badan, sesuai dengan yang mereka idamkan.
Kegagalan menurunkan berat badan ini disebabkan banyak faktor. Salah satunya karena kesalahan dalam pengaturan diet tersebut. Ada persepsi yang salah dalam melakukan diet makanan. Beberapa orang meniadakan salah satu unsur makanan dalam dietnya. Sehingga terjadi ketimpangan dalam keseimbangan gizinya.
Akibat dari ketidakseimbangan gizi ini, bukannya berat badan yang turun, tapi kesehatan juga mengalami penurunan. Beberapa pelaku diet untuk menurunkan berat badan, malah mengalami sakit. Hal ini yang membuat mereka menyerah, dan tidak melakukan diet lagi.
Keseimbangan gizi pada pengaturan diet makanan.
Saat melakukan diet, pola pengaturan gizi harus seimbang. Kadang karena ingin menurunkan berat badan dengan cepat, maka menghindari makanan yang berkarbohidrat dan berlemak. Padahal tubuh membutuhkan semua unsur gizi, akibat dari kekurangan salah satu atau dua unsur gizi, akan berakibat sakit. Tubuh merespon kekurangan unsur gizi dengan memberi alarm pada organ tubuh di dalam.
Saat menghindari salah satu jenis makanan, akan berakibat mengkonsumsi makanan yang lain dalam jumlah lebih besar. Hal ini wajar karena tubuh akan mencapai tingkat “kenyang”, sebelum menghentikan konsumsi makanan. Akibatnya konsumsi yang berlebihan pada unsur gizi yang lain. Biasanya akan berakibat fatal pada organ tubuh di dalam. Seperti konsumsi protein yang berlebihan, akan membuat ginjal bekerja lebih keras untuk memprosesnya. Akibatnya akan terjadi gangguan fungsi ginjal.
Untuk menghindari ketidakseimbangan unsur gizi dalam tubuh. Maka pengaturan diet yang seimbang harus dilakukan. Jika ingin melakukan diet untuk menurunkan berat badan, maka kurangi unsur karbohidrat dan lemak, tapi tidak meniadakan unsur tersebut sama sekali.
Pemilihan jenis makanan yang sehat.
Sebenarnya semua makanan sehat, hanya pemilihan jenis makanan yang salah. Sehingga membuat diet menjadi “bencana”. Pilihlah jenis makanan yang sehat, yang mengandung semua unsur gizi yang diperlukan oleh tubuh.
Makanan yang sehat lebih banyak terdapat pada makanan segar, dan yang tidak dimasak. Bila anda melakukan diet, anda tetap harus mendapatkan semua unsur gizi. Makanan segar mengandung semua unsur gizi yang sehat. Tidak seperti makanan yang dimasak, unsur karbohidratnya sangat tinggi, begitu juga unsur lemaknya.
Bila anda makan makanan segar sampai kenyang, tubuh tidak terlalu banyak memperoleh asupan karbohidratnya. Namun saat anda makan makanan yang dimasak sampai kenyang, maka tubuh memperoleh karbohidrat dan lemak yang berlebihan. Maka disini pentingnya memilih jenis makanan yang segar, dan mengurangi makanan yang dimasak. Lebih tepatnya anda tetap harus menimbang asupan gizi secara seimbang, dan tidak berlebihan di unsur gizi lainnya.